Aksi Nyentrik Pemuda Tani dengan Sampah Plastik

Cerita kiriman dari: Alvi Intan Nur Aisyah

“….Saya mengajak para pemuda dan anak-anak desa untuk ikut menyelamatkan desa dari sampah plastik dengan cara bertani di area rumah sekaligus memanfaatkan sampah plastik”

Sampah plastik yang dihasilkan dari limbah rumah tangga seperti sampah plastik kemasan makanan, minuman, minyak goreng, sabun cuci piring, dan lain sebagainya sudah menjadi masalah di Indonesia. Tumpukan sampah plastik yang mengganggu hingga mencemari tanah dan lingkungan sekitar sudah bukan menjadi pemandangan langka di beberapa daerah Indonesia, termasuk di Desa Karangmojo. Sampah plastik yang menggunung menjadi perhatian bagi salah satu warga desa tersebut bernama Alvi Intan Nur Aisyah. Warga yang akrab dipanggil Intan ini terpanggil untuk berbuat sesuatu atas kondisi sampah plastik. Aksi unik yang dipelopori kemudian diberi nama “Berani Bertani dengan Sampah Plastik.”

“Muda dan berpengaruh” adalah satu kalimat yang disematkan pada Intan yang memiliki aksi nyentrik dan unik di tengah maraknya polusi sampah yang disebabkan oleh plastik. Tepat di Desa Karangmojo, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Intan masih menjalani pendidikan di salah satu perguruan tinggi ini memiliki cara unik untuk menyelamatkan desanya dari polusi sampah plastik.

Berawal dari tugas kuliah yang mewajibkan menulis mengenai permasalahan kemasan plastik dan dampaknya bagi lingkungan, kemudian Intan memulai aksi dari ide “Berani Bertani dengan Sampah Plastik.” dengan menggandeng para pemuda dan anak-anak di desa untuk memulai dan mengembangkan aksinya.

“Pas Saya mencari referensi untuk tugas kuliah tentang kemasan plastik dan dampak lingkungannya, Saya membaca salah satu web, disitu dijelaskan yang intinya bahwa sampah plastik kemasan bermerek paling banyak ditemukan adalah kemasan makanan dan minuman sekali pakai. Sejak saat itu, Saya mulai mengamati desa dan ternyata memang sampah plastik kemasan masih banyak, tak termanfaatkan, dan merugikan tanah.”, tutur Intan

Intan mengawali aksi “Berani Bertani dengan Sampah Plastik” dengan cara memberi pengenalan kepada para pemuda dan anak-anak Desa Karangmojo mengenai bahaya sampah plastik yang tidak diolah dan dikelola dengan baik. Setelah itu, memberi contoh mengenai dasar-dasar bertani, seperti menyemai benih, media tanam, cara menanam, merawat hingga memanen tanaman yang ditanam. Intan menjelaskan semuanya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh teman-temannya.

Intan dengan rutin mengajak para pemuda dan anak desa untuk bertani di pekarangan atau area rumah. Kemudian mengedukasi mengenai jenis sampah plastik serta cara untuk memisahkan sampah plastik dengan sampah atau limbah lainnya. Seperti sampah kemasan makanan, minuman, wadah minyak goreng plastik, kemasan sabun pencuci piring, bekas kemasan air minum, karung beras berbahan plastik, hingga kemasan minuman tetra pack. Setelah sampah plastik terkumpul, kemudian dipilih dari jenis, ukuran, bentuk, ketebalan plastik, dan sebagainya sesuai kebutuhan.

Plastik yang telah dipilih kemudian akan dijadikan polybag untuk media tanam. Sampah plastik tersebut dilubangi dengan digunting bagian bawah untuk memberi aliran air pada tanaman yang disiram. Kemudian pada bagian atas dilipat agar plastik dapat berdiri tegak. Setelah itu, polybag dari sampah plastik ini diisi dengan media tanam yang siap pakai dan diberi bibit atau bibit siap pindah tanam.

Dalam aksinya, teman-teman di Desa Karangmojo sudah menanam beberapa jenis sayuran, seperti kangkung, sawi, kemangi, cabai, dan masih banyak lagi. Tak hanya sayuran, teman-teman juga menanam tanaman herbal seperti lidah buaya, bawang dayak, som jawa, binahong merah, dan lainnya.

Intan, para pemuda, dan anak-anak Desa Karangmojo berharap dengan “Berani Bertani dengan Sampah Plastik” dapat menjadi satu langkah kebaikan yang dapat menyelamatkan lingkungan dari polusi dan bahaya plastik. Setelah beberapa bulan beraksi, terbukti teman-teman bisa lebih peduli terhadap lingkungan dan hal baik ini tentu akan berpengaruh ke orang tuanya masing-masing.

Suka artikel ini?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *