“Asik Minim Plastik” Dalam Program Pengurangan Sampah Plastik Di Huntara Mpanau Dan Tondo, Kabupaten Sigi

“Asik Minim Plastik” Dalam Program Pengurangan Sampah Plastik Di Huntara Mpanau Dan Tondo, Kabupaten Sigi

Palu, 11 Desember 2019

IBU Foundation bersama Lingkar Hijau, WALHI, Sahabat Relawan, Sikap Institute, AWAM Green, KOMIU, LPSHAM AJI Palu dan Komunitas HISTORIA, berkolaborasi dalam Gerakan “Asik Minim Plastik” untuk pertama kalinya pada hari Rabu, 11 Desember 2019, pukul 15.00-21.00 WITA.

Kegiatan Forum NGO ”Aksi Minim Plastik” dengan tajuk “Asik Minim Plastik” ini dilaksanakan di dua tempat berbeda yaitu di area huntara (hunian sementara) Mpanau dan Huntara Tondo, Kabupaten Sigi selama dua hari sampai hari Kamis, 12 Desember 2019. Tidak hanya diisi oleh pertunjukan musik saja dan program radio khusus, acara yang digelar selama dua hari ini juga akan dimeriahkan dengan adanya pasar murah, pemutaran video edukasi, kegiatan mewarnai untuk anak-anak, dan penukaran sampah plastik dengan produk alternatif pengganti plastik.

Gerakan “Asik Minim Plastik” bertujuan untuk menyebarkan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui konsep 4R (reuse atau guna ulang, reduce atau kurangi, recycle atau daur ulang, dan replace atau ganti produk). Konsep pasar murah minim plastik dalam kegiatan ini diharapkan dapat mengubah citra pasar yang selalu dikatakan sebagai sumber sampah plastik di mata masyarakat. Selain itu, agar masyarakat luas juga melihat bahwa sebuah perubahan itu dapat dilakukan. “Asik minim plastik” mengangkat kekayaan produk-produk alternatif dan daur ulang yang berasal dari kelompok masyarakat sekitar. Keterlibatan kelompok masyarakat ini, sebagai upaya dalam penyebaran pesan akan pentingnya pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik dalam rumah tangga. Meningkatkan pengetahuan dalam pengurangan dan pengelolaan sampah plastik, mulai dari keluarga, kepada masyarakat luas di Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi, Afit Lamakarate yang menyarankan agar ibu-ibu mulai membawa tas belanja sendiri dan jika memang tonda (tas kerajinan lokal dari Kabupaten Sigi. Terbuat dari daun silar. Tonda dapat bertahan untuk satu tahun pemakaian) sudah tidak lagi diminati mungkin diperlukan bentuk inovasi dari tonda, pada akhirnya penting untuk mulai dari diri sendiri dan dalam tingkatan rumah tangga.

Sejalan dengan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi, IBU bersama rekan-rekan NGO yang tergabung dalam Forum NGO “Aksi Minim Plastik” berharap kegiatan ini akan bermanfaat dan dapat memberikan edukasi tentang penggunaan-ulang, pengurangan, daur-ulang dan penggantian produk plastik sekali pakai di daerah terdampak bencana di area hunian sementara Mpanau dan Tondo.

Lino kita, nTe Pue kana Ra Jagai, Lino Kita nte Pue Ne Rakalingasi

Alam/kampung harus selalu dijaga, dan jangan lupakan/berpaling dari Tuhan

Suka artikel ini?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *