IBU Management: Fostering a Greater Work Atmosphere

Penulis: Alizée Servant

Lokakarya Kepemimpinan

Yayasan IBU selalu memberikan ‘jiwa’ di tiap pelaksanaan program pengembangan masyarakat dan kemanusiaan dengan memberikan pengembangan kapasitas dan kegiatan yang partisipatif. Tahukah kamu bahwa prinsip-prinsip tersebut tidak hanya diberikan kepada penerima manfaat? Betul, saling belajar dan berbagi adalah kunci dari kerja tim di dalam Yayasan IBU. Adaptasi dan pembelajaran yang berkelanjutan diperlukan untuk terus meningkatkan praktik manajemen menuju kepemimpinan dan kerja tim yang baik. Dua minggu lalu, dua kegiatan terlaksana di kantor Yayasan IBU di Kota Palu dalam usaha menerapkan visi tersebut: lokakarya kepemimpinan dan pertemuan induksi staf di Site Palu. Berikut ini penjelasan singkat dan resume pencapaiannya.

Empat pemimpin program di site berkumpul pada tanggal 10 Juli 2019 di site Palu untuk berpartisipasi dalam Lokakarya Kepemimpinan, yang dipandu dan difasilitasi oleh Wakil Ketua Yayasan IBU. Tujuan dari lokakarya ini adalah untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dari para pemimpin program. Para pemimpin program pertama-tama mengisi sebuah kuis, peninjauan terhadap praktik dan keterampilan pengelolaan program mereka. Kemudian, mereka membahas poin-poin terpenting. Di sesi kedua, diskusi membahas mengenai seputar topik utama, di antaranya penyelesaian konflik, maksimalisasi performa kerja, “bagaimana membentuk sebuah tim?”, dan membangun kepercayaan di dalam tim. Topik tersebut mencerminkan nilai-nilai utama di Yayasan IBU dalam pengelolaan staf. Para pemimpin berbagi pengalaman, cerita menarik, dan kendala yang telah ditemui. Akhirnya, mereka membuat sebuah rencana aksi: membuat grup WhatsApp untuk tetap berkomunikasi setiap hari dan di mana mereka dapat mengajukan pertanyaan dan dapat terus berkomunikasi. Pengurus dan SMT Yayasan IBU akan memonitor dan memeriksa untuk menindaklanjuti situasi di dalam setiap tim dan tujuan dari tiap program.

Nampaknya, hal tersebut menjadi cara yang sangat efektif untuk berbagi saran dan solusi atau rekomendasi mengenai pengelolaan tim di site. Saya percaya bahwa diskusi dan dengan bertukar pikiran merupakan metode yang sangat efisien untuk mengembangkan kapasitas dan pemahaman, terutama mengenai pengelolaan sumber daya manusia dan memahami perilaku, reaksi, dan pola pikir. Metode-metode ini dilaksanakan di dalam organisasi Yayasan IBU, Saya telah mengalaminya beberapa kali selama magang di Yayasan IBU. Akhirnya, bentuk pengetahuan dan pemahaman secara kolektif dapat muncul dari pertemuan partisipatif semacam ini. Para pemimpin di Yayasan IBU bekerja keras untuk memastikan hubungan antar tim yang efisien.

Rencana Induksi Baru

Pada pagi hari di tanggal 11 Juli, staf site Palu berpartisipasi dalam pertemuan induksi, yang dipandu kembali oleh Wakil Ketua Yayasan IBU. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas dan mempresentasikan rencana induksi untuk staf baru di Yayasan IBU. Seperti biasa, suasana saat pertemuan benar-benar santai dan partisipatif. Kegiatan diawali dengan  ice-breaking. Semua peserta melakukan pengantar singkat dan perkenalan secara informal. Bagian dari presentasi dari masing-masing peserta yaitu makanan favorit mereka, yang merupakan topik yang sangat populer di kalangan orang Indonesia!

Apa sih rencana induksi?

Rencana induksi adalah proses yang digunakan oleh banyak LSM dan perusahaan untuk memperkenalkan, menyambut, dan mempersiapkan staf baru. Induksi ini membantu staf untuk dapat berintegrasi dengan cepat dan merasa nyaman dalam melaksanakan peran dan tugasnya. Mengenai tujuan kerja yang efisien dan mencapai kesejahteraan staf, Yayasan IBU telah menciptakan rencana induksi baru. Terdiri dari 7 blok tematis: program, sumber daya manusia, dana dan logistik, kebijakan penipuan/korupsi, perlindungan anak, keselamatan dan keamanan kerja, pengarusutamaan gender, dan kebijakan PSEA (perlindungan terhadap pelecehan seksual). Regulasi dan praktik dalam Yayasan IBU mengenai setiap aspek akan dijelaskan kepada setiap staf baru. Terkait visi dan misi IBU, hubungan antara staf IBU dan penerima manfaat, tim Yayasan IBU harus memiliki pola pikir perilaku yang baik dan berbudi luhur. Untuk staf yang telah bertugas, mereka akan diinduksi pengetahuannya kembali. Untuk mengetahui tentang regulasi dan bagaimana pelaksanaan program di Yayasan IBU  adalah aspek yang sangat penting untuk dipahami secara penuh dari setiap peran dan posisi di dalam Yayasan IBU. Hal tersebut membantu setiap staf untuk memahami pelaksanaan kerja dan meningkatkan rasa kebersamaan dan kepemilikian.

Suka artikel ini?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *