Melatih Nelayan Membuat Alat Tangkap Ikan yang Ramah Lingkungan

Desa Lombonga merupakan salah satu desa dampingan IBU Foundation. Desa tersebut terdapat 60 orang penerima manfaat IBU Foundation yang terdiri dari 30 penerima bantuan perahu dan 30 penerima bantuan alat tangkap.

Menurut dari salah satu penerima bantuan yang telah diwawancarai yaitu Pak Irwan, bahwa paska bencana terjadi, ia belum pernah menerima bantuan dari pihak manapun. Pak Irwan yang bekerja sebagai seorang nelayan merasa sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan IBU Foundation. Selain itu, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada IBU Foundation karena telah memfasilitasi nelayan di Desa Lombonga untuk bertemu dengan Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Dinas Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, dan pihak BMKG dari cabang Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri, Palu. Bantuan perahu yang diberikan ia gunakan untuk mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Sebelum dilakukannya peresmian, perahu tersebut sudah digunakan untuk mencari ikan di Pantai Lombonga. Jika hasil tangkapan melimpah, maka sebagian akan di jual untuk memenuhi kebutuhan keluarga namun jika hasil tangkapan sedikit hanya untuk dikonsumsi sendiri.

Selain mendistribusikan bantuan kepada masyarakat, IBU Foundation memberikan peningkatan kapasitas melalui pelatihan. Penerima manfaat mendapatkan pelatihan terkait teknik menangkap ikan ramah lingkungan dan menjahit alat tangkap jaring ikan.

“Pelatihan yang diadakan oleh IBU Foundation sangat bermanfaat karena dari pelatihan penerima manfaat banyak mendapatkan pengetahuan yang sebelumnya belum diketahui termasuk mengetahui cara menjahit alat tangkap dan cara menangkap ikan ramah lingkungan.”

Ungkap Pak Irwan.

“Selama IBU Foundation masih menjalankan programnya, kami berharap IBU mendampingi nelayan di Desa Lombonga secara intensif agar apa yang belum dipahami oleh nelayan, IBU bisa memberikan masukan dan jika diperbolehkan bantuan perahu yang sudah diberikan dilengkapi dengan mesin.”

Suka artikel ini?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *