Mengenal Lebih Dekat Jenis Pola Asuh Orang Tua Kepada Anak

Mengenal Lebih Dekat Jenis Pola Asuh Orang Tua Kepada Anak

Dikutip dari materi pelatihan HEF Project Batch 2 mengenai Parenting yang dibuat oleh Khamsha Noory Finalisya, M.Psi.,Psikolog (Psikolog Klinis Anak)

Pola asuh merupakan pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Pola perilaku ini dirasakan oleh anak, dari segi negatif maupun positif. Pola asuh yang ditanamkan tiap keluarga berbeda, hal ini tergantung pandangan dari tiap orang tua (Petranto, 2006)

Pola asuh secara umum terdiri dari 3 jenis.

  1. Otoriter/Otoritarian
  2. Otoritatif
  3. Permisif

Jenis Gaya Pengasuhan (Baumrind, 1971)

  1. Karakteristik anak dengan pola asuh Otoriter
    • Penakut
    • Pendiam/tertutup
    • Tidak berinisiatif
    • Gemar menentang
    • Suka melanggar norma
    • Cemas
    • Tidak percaya diri
  2. Karakteristik anak dengan pola asuh Autoritatif
    • Mandiri
    • Dapat mengontrol diri
    • Mempunyai hubungan baik dengan teman
    • Mampu menghadapi stress
    • Mempunyai minat pada hal-hal baru
    • Kooperatif terhadap orang lain
  3. Karakteristik anak dengan pola permisif
    • Impulsif
    • Agresif
    • Tidak patuh
    • Manja
    • Kurang mandiri
    • Mau menang sendiri
    • Kurang percaya diri
    • Kurang matang sosial

Komunikasi merupakan jembatan antara anak dan orang tua

  • Luangkan waktu untuk memahami apa yang dimaksud anak
  • Kirimkan pesan yang jelas dan memberi dukungan
  • Berbagi perasaan dengan cara yang nyaman.

Ketika Anda menginginkan anak mengerjakan sesuatu, kemungkinan besar caranya adalah dengan memberikan instruksi. Padahal, memberi anak instruksi adalah hal yang sebaiknya hindari. Mengapa? Karena dengan selalu memberi instruksi pada anak, ia akan merasa bahwa ia anak yang bodoh, malas, sehingga harus selalu diperintah.

Ungkapkanlah perintah dengan perbincangan. Daripada Anda mengatakan “Nak, makan yuk!”, lebih baik mengatakan “Nak, mau makan dengan apa kita sekarang, yuk kita lihat di meja makan ada apa saja, kamu mau yang mana?”. Ajakan “Nak,makan yuk!” untuk anak yang sedang berada pada masa egosentris/negativistik akan secara otomatis memunculkan jawaban “tidak”.

Suka artikel ini?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *