Penerapan “Kebun Keluarga” oleh Pak Apri

Sebut saja namanya Pak Apri. Beliau merupakan salah satu penerima manfaat bantuan Kebun Keluarga di Desa Sibalaya Utara, Sulawesi Tengah. Walaupun dalam kondisi disabilitas, ia tetap bekerja keras dan berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia bekerja sebagai seorang buruh tani dan bangunan. Ia juga sangat antusias dengan program yang dijalankan oleh Yayasan IBU, yaitu Program Pemulihan Mata Pencaharian.

Di bulan November 2019, Yayasan IBU telah melaksanakan pelatihan pembuatan kompos dan penyemaian kepada 65 penerima manfaat di Desa Sibalaya Utara. Pelatihan yang diadakan Yayasan IBU sangat bermanfaat karena dari pelatihan tersebut Pak Apri banyak mendapatkan pengetahuan termasuk mengetahui cara menyemaikan benih yang baik dan mengetahui keuntungan penggunaan pupuk kompos.

Pembuatan pupuk kompos belum sempat dilakukan oleh Pak Apri, karena ia masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan menjadi buruh bangunan. Namun, Pak Apri telah menerapkan Kebun Keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya. Di pekarangan rumah, Pak Apri menanam cabai dengan menggunakan polybag dan disusun rapi di depan rumahnya.

Pak Apri mengatakan seandainya ia dan penerima manfaat lain sudah tidak didampingi lagi oleh Yayasan IBU, penerima manfaat sudah bisa melakukan sendiri karena telah mempunyai bekal dalam pembuatan kompos dan penyemaian yang diberikan oleh Yayasan IBU. Harapannya semoga program Yayasan IBU bisa berkelanjutan.

Program Kebun Keluarga mendorong petani penerima manfaat untuk memanfaatkan pekarangan rumah atau kebun dengan luasan sempit untuk menanam sayuran, buah, dan rempah -rempah yang sesuai dengan kondisi terbatasnya air untuk pertanian. Selain kegiatan bertani, di dalam kebun keluarga juga diintegrasikan dengan kegiatan beternak ayam dan kambing menggunakan pendekatan organic farming. Program Kebun Keluarga diharapkan akan menjadi sumber pangan bagi keluarga dan tambahan pendapatan serta meningkatkan keterampilan bertani organik bagi petani penerima manfaat.

Suka artikel ini?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *